Hari ini, hari
pertama bener-bener free gak ada kerjaan dirumah. Jadi aku memutuskan buat
blogging. Selama mingggu pertama sampai minggu kedua libur semester ini diisi
dengan quality time bersama keluarga besar ibuku. Dan mulai senin kemarin
tanggal empat Januari semua anggota keluarga besar lainnya telah kembali ke
rumah dan aktivitas mereka masing-masing. Sedangkan aku masih libur dan seperti
gabut gitu di rumah ditemani si mba. Ibu ngajar, Lilla sudah mulai sekolah dan
sibuk les, Lieke juga masih UAS jadi tetep berangkat ke UNJ, jadilah aku gabut
di rumah.
Kemarin senin, aku ke
SMA aku, SMA 1 Budi Utomo Jakarta karena ada rapat dengan angkatan aku lainnya
yang diterima di UI. Kita mau ngadain Project “UI Goes to Budut”. Memasuki Budut,
teringat kenangan selama tiga tahun kemarin yang aku habiskan dari waktu usia
ABGku sampai ke tahap remajaku disini. Banyak sekali kenangan yang terngiang di
ingatanku kemarin. Aku memang bukan anak
yang memiliki banyak teman atau suka bergaul dengan siapapun, tapi aku lebih
suka untuk sendiri kemanapun. Bukannya aku tidak memiliki teman, tetapi aku
hanya memiliki beberapa teman dekat yang aku rasa nyaman bukan hanya sekedar
teman- teman gaul yang kebanyakan menghabiskan waktu mereka untuk nongkrong
bersama. Aku bukannya gak suka nongkrong, tetapi aku lebih suka jalan sendiri
atau pergi bersama beberapa teman yang hanya aku kenal secara intensif.
Ingatanku saat masa SMA
adalah saat dimana aku belajar sendiri, ngewifi di perpus saat jam
kosong bersama beberapa teman dekat, duduk-duduk di koridor Budut sambil nge
wifi, tiduran depan kelas pas dibawah ac, membaca novel sambil nyender ke papan
tulis tepat dibawah ac dan juga ingatanku yang sering meng-candid tingkah
temanku yang lucu dan lainnya. Kenangan lainnya adalah beruntungnya memasuki
SMA yang lumayan favorit. Satu-satunya SMA yang tiap tahun maulidnya mengundang
ustad Maulana, sering ada acara yang melibatkan alumni yang menjadi orang besar
seperti Chairul Tanjung, Cici Tegal, Edies Adelia bahkan saat doa bersama pas
aku mau UN kemarin mengundang grup Debu. Pernah juga ikut upacara penurunan
bendera merah putih pas kelas 10 tanggal 17 agustus sore mewakili dari Budut. Intinya
aku merasa beruntung bisa masuk di SMA bersejarah ini.

Kangen banget masa
SMA. Kangen keseharian aktivitasku dulu yang sering dilakukan dan sekarang udah
jarang bahkan sudah tidak aku lakukan lagi. Sehari-hari bangun jam lima pagi,
mandi, sarapan sambil bersiap-siap sekolah lalu berangkat mendekati pukul
setengah tujuh. Pernah beberapa kali telat dan dihukum nyabutin rumput di
lapangan voli, eh pas disuruh berhenti malah akunya ketagihan main-mainin
tanah. Selama hampir sepuluh jam sehari aku habiskan disekolah. Saat jam kosong
atau saat tidak ada guru, aku mencari-cari kesempatan untuk nge-wifi. Aku orang yang jarang sekali ngobrol sama
orang. Jadi disaat jam kosong temanku main dan mengobrol aku biasanya berkutat
dengan : 1) HP, 2) Earphone, 3) (kadang) buku, ataupun 4) Novel. Kalau di hari
jumat kan biasanya istirahatnya lumayan lama, nah aku biasanya keluar budut buat
nyari makan siang di sekitar jalan dr. wahidin biasanya sih aku ditemani
seorang teman baikku. Jam setengah empat aku pulang jalan kaki sendiri ke halte
busway, kadang bertemu teman yang searah pulangnya dan bersama di busway.
Jam empat sampai
dirumah, istirahat, ngadem di bawah ac kamar, sebentar menyalakan tv atau check
sosmed lalu biasanya tertidur sampai maghrib. Jujur aku orang yang moody-an kalau belajar. Biasanya kalau
ngerapiin buku untuk pelajaran besoknya, aku membaca sebentar (ngereview
sebentar) pelajaran tadi trus check hp lagi dan pada akhirnya bukunya dicuekin.
Abis maghrib sampai jam setengah sebelas biasanya aku nonton drama korea di TV
kamar. Kurang lebih empat jam tersebut aku mengahabiskan tiga drama berbeda
dengan masing-masing satu episode. Aku bukan
menontonnya dari dvd tetapi aku memang sengaja berlangganan televisi berbayar
yang terdapat beberapa channel tv korea. Jam 11 biasanya aku tertidur kembali
dan bangun di esoknya pada pukul lima atau setengah enam.
suasana kelas yang tercandid kamera hp Viyaya
Kalau sedang UB (Ujian Blok) yang biasanya disekolah hanya
mengahbiskan waktu dua sampai tiga jam
untuk ujian dua sampai tiga mata pelajaran. Di budut tidak ada uts ataupun uas
apalagi ulangan harian. Jadi nilainya dari UB yang rutin dilaksanakan tiga kali
setiap semester atau sekitar dua bulan sekali itu UB. Semester satu sampai
semeseter tiga aku dapat bagian UB siang bergantian dengan kelas 11 dan kelas
12. Biasanya masuk jam 10 atau jam 11. Sebelum memulai UB biasanya aku belajar dahulu
di perpus. Saat semester empat dan semester lima aku dapat giliran UB pagi dan
pulang jam 9 atau paling lama pulang pukul setengah 11. Dulu saat belum ada
city tour, sehabis UB biasanya aku iseng jalan-jalan sendiri naik busway dan
sampai di rumah jam 12-an. Di kelas 12 sudah ada City Tour, jadi saat selesai UB
biasanya aku sendirian keliling naik City Tour. Enakan City Tour dong, gratis
udah gitu ac nya adem sekali. Sampai di rumah biasanya tidur siang, makan, dan
sorenya membaca-baca materi untuk UB esoknya. Sesekali membuka grup wa, bbm
atau line karena biasanya sekelas pada belajar bareng di grup untuk menyebar
info-info materi. Aku belajar diselingi menonton drama korea dan sering
check-check HP juga. Jadi dulu itu aku duduk di pangkuanku ada kertas-kertas
materi UB, ditangan ada HP, mata fokus ke HP tapi telinga mendengar percakapan
di drakor dengan sok ngertinya aku mencerna, wkwk pokoknya dulu cukup santai
lah.

naik city tour sendiri....
Karena keseharian aktivitas sekolahku yang begitu santai,
aku cukup sulit untuk berdiskusi, lebih suka menyendiri, rajin mengerjakan
tugas tapi jarang mendapat nilai mendekati Sembilan bahkan lebih sering
remedial. Aku bersyukur, ibuku tidak
terlalu memusingkan nilaiku apalagi saat kelas sepuluh menuntut aku agar masuk
ipa di kelas 11. Ibu hanya menyuruh belajar dan lakukan yang aku suka asal tidak
menyimpang dan tetap prioritaskan sekolah, hasilnya nanti tidak masalah, toh
viyaya telah berusaha, begitu katanya. Padahal dulu aku sering sekali menangis
apabila banyak nilaiku yang dibawah kkm. Ibu tidak menuntut banyak, tetapi aku
malah yang stress sendiri kalau melihat hasil ledger nilai UB yang remednya
lumayan banyak. Ibuku bukannya marah malah sebaliknya menghiburku.
Dulu aku sering bingung, aku rasa aku udah belajar maksimal,
dan kalau dilihat dari teman-temanku lainnya aku yang paling rajin, tetapi
mengapa nilaiku lebih jelek? Aku baru mengerti sekarang, ternyata aku masih
terlalu santai dan terlalu menikmati masa fangirling itu –dan mungkin sampai saat
ini- jadi aku rasa saat itu memang belum maksimal sehingga hasil UBku juga
banyak yang pas-pasan KKM. Saat kelas sepuluh memang aku agak aktif di ekskul
teater. Saat diklat biasanya aku izin pulang sebelum maghrib. Apabila ada
latihan untuk tampil, aku juga izin pulang duluan atau sesekali sampai jam Sembilan.
Pernah juga menginap di Budut saat pelantikan ekskul juniorku (saat itu aku
kelas 12). Saat itu budut ramai karena ketujuh belas ekskul mengadakan
pelantikan yang sama di sekolah. Seru banget saat itu.

Oh iya, masa kelas satu SMA itu masa dimana menggebu-gebunya
aku untuk nonton konser korea. Di September 2012 aku nonton SMTOWN, maret 2013
aku nonton Mubank dan april 2013 nonton Eru plus Ailee. Setelah naik ke kelas
11 dan 12 aku tidak lagi menonton konser karena ibu tahu tiket yang aku beli
biasanya yang jutaan dan itu aku tidak pernah menabung, tetapi meminta dengan
ayahku. Saat konser SS6 aku minta tiga juta dengan ayah untuk nonton konser. Seperti
biasa dikasih tapi ibu melarangku menggunakannya untuk nonton konser. Huft,
jadi semenjak itu aku jarang nonton konser live lagi. biasanya aku nonton
konser sendiri. Iya aku lebih suka sendiri sih, pulang jam 11-an dan minta
jemput om. Masuk di kelas 12, kesibukanku bertambah karena ditambah dengan
intensif dan bimbel. Dikelas 12 aku baru sampai dirumah jam delapan dan
ngeriview pelajaran sebentar dan tidak sadar bahkan sampai tertidur.
Kalau lagi bosan dirumah, biasanya juga aku nge-mall
sendiri, belanja sendiri, ke gramed nyari buku sendiri bahkan nonton bioskop
sendiri. Biasanya sih kalau nonton aku tinggal booking di hp, bayar pakai kartu
kredit ibu dan langsung cus blitz cetak tiket dan nonton. Aku tidak suka antre.
Hmm, memang dulu itu enak sekali masih santai sekali, mau apa tinggal beli gak
suka apa tinggal buang atau tinggalin, bosen tinggal nge-mall sendiri.
Intinya masa SMA adalah masa yang paling berkesan. Masa dimana
aku masih santai dan tidak memikirkan apa-apa selain masuk sekolah, diri
sendiri, hobby, fangirling dan intinya masa nyamannya sendirian. Saat ini, aku
kangen masa-masa itu. Saat ini, aku memang terlihat agak santai tetapi terdapat
beban dipikiranku, misal berfikir nanti ingin menjadi apa? Bisa apa aku kalau
sekarang masih manja? Apakah aku bisa berhenti hedon? Apakah bisa aku
membahagiakan orang tuaku? Entah. Intinya kangen masa SMA yang santai itu ……………..
Kangen bersantai tanpa memikirkan apa-apa tentang tanggung jawab……………….