Sabtu, 30 Januari 2016

What is love?

Love is a nightmare
Love is so cowardly
Loving you but hate you
Wanna end it, but dont wanna end it
So happy, but im hurting so much

Selasa, 05 Januari 2016

Ingatan Tentang SMA

 Hari ini, hari pertama bener-bener free gak ada kerjaan dirumah. Jadi aku memutuskan buat blogging. Selama mingggu pertama sampai minggu kedua libur semester ini diisi dengan quality time bersama keluarga besar ibuku. Dan mulai senin kemarin tanggal empat Januari semua anggota keluarga besar lainnya telah kembali ke rumah dan aktivitas mereka masing-masing. Sedangkan aku masih libur dan seperti gabut gitu di rumah ditemani si mba. Ibu ngajar, Lilla sudah mulai sekolah dan sibuk les, Lieke juga masih UAS jadi tetep berangkat ke UNJ, jadilah aku gabut di rumah.

Kemarin senin, aku  ke SMA aku, SMA 1 Budi Utomo Jakarta karena ada rapat dengan angkatan aku lainnya yang diterima di UI. Kita mau ngadain Project “UI Goes to Budut”. Memasuki Budut, teringat kenangan selama tiga tahun kemarin yang aku habiskan dari waktu usia ABGku sampai ke tahap remajaku disini. Banyak sekali kenangan yang terngiang di ingatanku kemarin.  Aku memang bukan anak yang memiliki banyak teman atau suka bergaul dengan siapapun, tapi aku lebih suka untuk sendiri kemanapun. Bukannya aku tidak memiliki teman, tetapi aku hanya memiliki beberapa teman dekat yang aku rasa nyaman bukan hanya sekedar teman- teman gaul yang kebanyakan menghabiskan waktu mereka untuk nongkrong bersama. Aku bukannya gak suka nongkrong, tetapi aku lebih suka jalan sendiri atau pergi bersama beberapa teman yang hanya aku kenal secara intensif.

Ingatanku saat masa SMA  adalah saat dimana aku belajar sendiri, ngewifi di perpus saat jam kosong bersama beberapa teman dekat, duduk-duduk di koridor Budut sambil nge wifi, tiduran depan kelas pas dibawah ac, membaca novel sambil nyender ke papan tulis tepat dibawah ac dan juga ingatanku yang sering meng-candid tingkah temanku yang lucu dan lainnya. Kenangan lainnya adalah beruntungnya memasuki SMA yang lumayan favorit. Satu-satunya SMA yang tiap tahun maulidnya mengundang ustad Maulana, sering ada acara yang melibatkan alumni yang menjadi orang besar seperti Chairul Tanjung, Cici Tegal, Edies Adelia bahkan saat doa bersama pas aku mau UN kemarin mengundang grup Debu. Pernah juga ikut upacara penurunan bendera merah putih pas kelas 10 tanggal 17 agustus sore mewakili dari Budut. Intinya aku merasa beruntung bisa masuk di SMA bersejarah ini.



Kangen banget masa SMA. Kangen keseharian aktivitasku dulu yang sering dilakukan dan sekarang udah jarang bahkan sudah tidak aku lakukan lagi. Sehari-hari bangun jam lima pagi, mandi, sarapan sambil bersiap-siap sekolah lalu berangkat mendekati pukul setengah tujuh. Pernah beberapa kali telat dan dihukum nyabutin rumput di lapangan voli, eh pas disuruh berhenti malah akunya ketagihan main-mainin tanah. Selama hampir sepuluh jam sehari aku habiskan disekolah. Saat jam kosong atau saat tidak ada guru, aku mencari-cari kesempatan untuk nge-wifi.  Aku orang yang jarang sekali ngobrol sama orang. Jadi disaat jam kosong temanku main dan mengobrol aku biasanya berkutat dengan : 1) HP, 2) Earphone, 3) (kadang) buku, ataupun 4) Novel. Kalau di hari jumat kan biasanya istirahatnya lumayan lama, nah aku biasanya keluar budut buat nyari makan siang di sekitar jalan dr. wahidin biasanya sih aku ditemani seorang teman baikku. Jam setengah empat aku pulang jalan kaki sendiri ke halte busway, kadang bertemu teman yang searah pulangnya dan bersama di busway.
 Jam empat sampai dirumah, istirahat, ngadem di bawah ac kamar, sebentar menyalakan tv atau check sosmed lalu biasanya tertidur sampai maghrib. Jujur aku orang yang moody-an kalau belajar. Biasanya kalau ngerapiin buku untuk pelajaran besoknya, aku membaca sebentar (ngereview sebentar) pelajaran tadi trus check hp lagi dan pada akhirnya bukunya dicuekin. Abis maghrib sampai jam setengah sebelas biasanya aku nonton drama korea di TV kamar. Kurang lebih empat jam tersebut aku mengahabiskan tiga drama berbeda dengan  masing-masing satu episode. Aku bukan menontonnya dari dvd tetapi aku memang sengaja berlangganan televisi berbayar yang terdapat beberapa channel tv korea. Jam 11 biasanya aku tertidur kembali dan bangun di esoknya pada pukul lima atau setengah enam.

suasana kelas yang tercandid kamera hp Viyaya


Kalau sedang UB (Ujian Blok) yang biasanya disekolah hanya mengahbiskan waktu  dua sampai tiga jam untuk ujian dua sampai tiga mata pelajaran. Di budut tidak ada uts ataupun uas apalagi ulangan harian. Jadi nilainya dari UB yang rutin dilaksanakan tiga kali setiap semester atau sekitar dua bulan sekali itu UB. Semester satu sampai semeseter tiga aku dapat bagian UB siang bergantian dengan kelas 11 dan kelas 12. Biasanya masuk jam 10 atau jam 11. Sebelum memulai UB biasanya aku belajar dahulu di perpus. Saat semester empat dan semester lima aku dapat giliran UB pagi dan pulang jam 9 atau paling lama pulang pukul setengah 11. Dulu saat belum ada city tour, sehabis UB biasanya aku iseng jalan-jalan sendiri naik busway dan sampai di rumah jam 12-an. Di kelas 12 sudah ada City Tour, jadi saat selesai UB biasanya aku sendirian keliling naik City Tour. Enakan City Tour dong, gratis udah gitu ac nya adem sekali. Sampai di rumah biasanya tidur siang, makan, dan sorenya membaca-baca materi untuk UB esoknya. Sesekali membuka grup wa, bbm atau line karena biasanya sekelas pada belajar bareng di grup untuk menyebar info-info materi. Aku belajar diselingi menonton drama korea dan sering check-check HP juga. Jadi dulu itu aku duduk di pangkuanku ada kertas-kertas materi UB, ditangan ada HP, mata fokus ke HP tapi telinga mendengar percakapan di drakor dengan sok ngertinya aku mencerna, wkwk pokoknya dulu cukup santai lah.

naik city tour sendiri....


Karena keseharian aktivitas sekolahku yang begitu santai, aku cukup sulit untuk berdiskusi, lebih suka menyendiri, rajin mengerjakan tugas tapi jarang mendapat nilai mendekati Sembilan bahkan lebih sering remedial.  Aku bersyukur, ibuku tidak terlalu memusingkan nilaiku apalagi saat kelas sepuluh menuntut aku agar masuk ipa di kelas 11. Ibu hanya menyuruh belajar dan lakukan yang aku suka asal tidak menyimpang dan tetap prioritaskan sekolah, hasilnya nanti tidak masalah, toh viyaya telah berusaha, begitu katanya. Padahal dulu aku sering sekali menangis apabila banyak nilaiku yang dibawah kkm. Ibu tidak menuntut banyak, tetapi aku malah yang stress sendiri kalau melihat hasil ledger nilai UB yang remednya lumayan banyak. Ibuku bukannya marah malah sebaliknya menghiburku.

Dulu aku sering bingung, aku rasa aku udah belajar maksimal, dan kalau dilihat dari teman-temanku lainnya aku yang paling rajin, tetapi mengapa nilaiku lebih jelek? Aku baru mengerti sekarang, ternyata aku masih terlalu santai dan terlalu menikmati  masa fangirling itu –dan mungkin sampai saat ini- jadi aku rasa saat itu memang belum maksimal sehingga hasil UBku juga banyak yang pas-pasan KKM. Saat kelas sepuluh memang aku agak aktif di ekskul teater. Saat diklat biasanya aku izin pulang sebelum maghrib. Apabila ada latihan untuk tampil, aku juga izin pulang duluan atau sesekali sampai jam Sembilan. Pernah juga menginap di Budut saat pelantikan ekskul juniorku (saat itu aku kelas 12). Saat itu budut ramai karena ketujuh belas ekskul mengadakan pelantikan yang sama di sekolah. Seru banget saat itu.



Oh iya, masa kelas satu SMA itu masa dimana menggebu-gebunya aku untuk nonton konser korea. Di September 2012 aku nonton SMTOWN, maret 2013 aku nonton Mubank dan april 2013 nonton Eru plus Ailee. Setelah naik ke kelas 11 dan 12 aku tidak lagi menonton konser karena ibu tahu tiket yang aku beli biasanya yang jutaan dan itu aku tidak pernah menabung, tetapi meminta dengan ayahku. Saat konser SS6 aku minta tiga juta dengan ayah untuk nonton konser. Seperti biasa dikasih tapi ibu melarangku menggunakannya untuk nonton konser. Huft, jadi semenjak itu aku jarang nonton konser live lagi. biasanya aku nonton konser sendiri. Iya aku lebih suka sendiri sih, pulang jam 11-an dan minta jemput om. Masuk di kelas 12, kesibukanku bertambah karena ditambah dengan intensif dan bimbel. Dikelas 12 aku baru sampai dirumah jam delapan dan ngeriview pelajaran sebentar dan tidak sadar bahkan sampai tertidur.

Kalau lagi bosan dirumah, biasanya juga aku nge-mall sendiri, belanja sendiri, ke gramed nyari buku sendiri bahkan nonton bioskop sendiri. Biasanya sih kalau nonton aku tinggal booking di hp, bayar pakai kartu kredit ibu dan langsung cus blitz cetak tiket dan nonton. Aku tidak suka antre. Hmm, memang dulu itu enak sekali masih santai sekali, mau apa tinggal beli gak suka apa tinggal buang atau tinggalin, bosen tinggal nge-mall sendiri.



Intinya masa SMA adalah masa yang paling berkesan. Masa dimana aku masih santai dan tidak memikirkan apa-apa selain masuk sekolah, diri sendiri, hobby, fangirling dan intinya masa nyamannya sendirian. Saat ini, aku kangen masa-masa itu. Saat ini, aku memang terlihat agak santai tetapi terdapat beban dipikiranku, misal berfikir nanti ingin menjadi apa? Bisa apa aku kalau sekarang masih manja? Apakah aku bisa berhenti hedon? Apakah bisa aku membahagiakan orang tuaku? Entah. Intinya kangen masa SMA yang santai itu …………….. Kangen bersantai tanpa memikirkan apa-apa tentang tanggung jawab……………….