| Percayakah kau akan cinta sejati? Hmmmm, aku kurang mempercayai itu. Mengapa? Karena dikehidupan nyataku, aku hidup diantara pasangan yang bercerai. Hal tersebut membuatku kurang percaya akan cinta. Saat SMA memang aku pernah menyukai seorang siswa, sebut saja abc. Ia tidak mengenalku, begitu pula aku juga tidak dekat dengannya. Setelah lulus, aku memutuskan untuk berani chat dia dan memberi semangat karena dia gagal di snm, sbm, dan tes mandiri sekalipun. Namun apa yang aku terima? Dia menjawab pesan semangatku dengan nada *ketikan* yang menyakitkan dan sedikit angkuh. Iya, aku memang sensitiv, dan gampang tersinggung. Aku marah dan sedih atas jawabannya. Setelah itu, aku tidak akan memberi perhatian yang mudah dengan lawan jenis, ataupun jatuh cinta. Itu bukan cinta, itu hanyalah perasaan yang wajar menurutku dimasa remajaku. Itu berarti aku normal kan? Namun, aku mengambil hikmah, bahwa aku belum pantas untuk menerima cinta dari lawan jenis. Menjadi secret admirer sekaligus hidup dilingkungan yang banyak perceraian membuat aku kurang percaya akan real love. Namun ada satu pasangan yang aku kagumi dan aku jadikan rolemodel. Aku ingin sepertinya, yang bisa menjadi benar-benar belahan jiwa selama lebih dari 50tahun bahkan hampir 60 tahun bersama sampai saat ini. Mereka adalah Apah dan Amah ku. Walaupun sudah hidup lebih dari setengah abad bersama, aku melihat tidak ada rasa jenuh diantara mereka, bahkan mereka saling membutuhkan satu sama lain sampai saat ini. Saat keluarga besar kami akan ke Bojonegero bersama, Apah menghilang di hari keberangkatan. Kami pusing dibuatnya, Amah memang agak marah karena anak-anaknya pada sibuk memasak untuk bekal dikereta, sedangkan cucu-cucunya juga sibuk sendiri dengan barang-barangnya, bahkan mbude(yang bantu ibu ngurus rumah) pun ikut kecipratan marah Amah karena bisa lengah, sampai Apah bisa hilang. |
|
. Kasus kedua, saat Amah pergi ke Bogor. Saat itu, salah satu tanteku, menantu Amah, baru hamil kedua. Tanteku tidak dibantu mba, dan anak pertamanya masih 7tahun, sehingga kerepotan, apalagi awal hamil itu berat sekali. Amah pergi kerumahnya di Bogor dan mengurus tante. Setelah 5hari disana, ibu juga berangkat ke Bogor untuk menemani Amah dan Tante. Karena ibu dan adikku di Bogor, aku menginap di rumah Amah bersama seorang sepupuku, om dan Apah. Walaupun jarak rumahku dan rumah Amah kurang dari 1km, tapi aku jarang menginap disana. Sampai di rumah Amah, aku melihat mata Apah merah dan sembab. Aku tanya ke sepupuku, ada apa dengan Apah? "Tidak tau, mungkin sedih lama ditinggal Amah ke Bogor, Apah juga gak mau makan saat tidak ada Amah." begitu jawaban dari sepupuku. Dalam hatiku, setua apapun Apahku dan Amahku, ternyata mereka berdua itu saling membutuhkan, bahkan saat ditinggal seminggu pun, Apah merasa kehilangan sekali. Oww, so sweet, the real love...... Cinta sejati...... Kasus ketiga. Amah memang sudah merasa ada yang salah dipayudaranya, dan sudah bilang minta diobati kepada anak dan cucunya, termasuk kepadaku juga ke Apah. Trus Amah curhat, katanya gak ada yang peduli untuk nganter Amah ke rs. Sebenarnya, kami sangat peduli dengan Amah, tapi para anak dan cucu Amah yang di Jakarta mungkin sangat sibuk jadi tidak sempat mengantar Amah ke Rs. Saat tanteku yang tinggal di Cilacap pulang ke Jakarta, Amah mengutarakan kesakitannya ke Tante. Tante berniat membawa Amah ke rs, tapi di rs di Cilacap karena tante gak bisa lama-lama di jakarta. Tante bersedia mengurus Amah untuk operasi namun operasinya diCilacap, karena tante juga harus pulang ke Cilacap mengurus suami dan anak-anaknya. Sehari sebelum tante pulang ke Cilacap, Amah bersedia dibawa ke Cilacap. Namun, tante hanya berdua bersama Amah, Apah tidak ikut. Walaupun Apah setuju jika Amah pergi, tentu terlihat tatapan sedih diwajah Apah. Esoknya, saat di Cilacap, tante mengabari kami, bahwa Amah harus segera dioperasi. Tentu saja Apah takut, Apah harus ke Jawa untuk menemani Amah operasi. Namun sayangnya kami di Jakarta tidak ada yang bisa mengantar Apah ke Jawa karena sibuk kerja dan kuliah(weekday). Aku berniat mengantar Apah dan bolos dua hari kuliah, tapi ternyata di hari kamisnya aku presentasi dan dihari jumat juga ada acara dikampus. Amah bilang tidak papa jika Apah ke Cilacapnya hari sabtu, namun Apah tentu saja ingin segera menyusuli Amah. Dan akhirnya omku bersedia mengantar Apah dihari rabunya setelah dibujuk keluarga besar. Akhirnya di hari kamis 28 April kemarin Amah berhasil di operasi. Saat ini aku memang kurang mempercayai cinta, tapi aku percaya cinta sejati itu memang akan datang tapi nanti disaat yang tepat.... |