Aku ingin bercerita awal mula, kenapa aku bisa masuk di sekolah ini. Awalnya, aku sangat menginginkan masuk ke SMA 78. Aku mengikuti tes nya, dan ternyata aku tidak lulus. Sebenarnya aku tidak begitu sedih. Tapi, hal yang membuat aku sedih adalah, ibu aku memarahi aku. Aku tidak pernah dimarahin sama ibu sebelumnya. Aku ga pernah mengira, ibu aku bisa marah karena aku tidak bisa lulus tes SMA 78.
Tetapi marah ibu beralasan, katanya selama 2bulan lebih ketika libur habis un, aku hanya menonton drama korea dan tidak pernah belajar, itu hal yang membuat ibu marah. Tetapi, aku tidak larut dalam kesedihan. Masih ada pendaftaran SMA via online yang tanpa tes. Aku ingim masuk SMA 65, lalu pilihan kedua aku 112, dan aku bingung mau pilih apa di pilihan ketiga.
Semuanya ibu yang daftarin, dan ibu mendaftari SMA 1 dipilihan ketiga aku. Aku rasa nem aku kecil dibanding teman-teman SMP se-jakarta barat. Nem un aku hanya 34,45. Tapi tentu saja nem aku itu murni 100% kemampuan aku. Huft, mungkin aku bisa dibilang nekat. Dengan nem segitu berani banget milih 65, akhirnya hari pertama nama aku udah kedepak dari sma 65, dan hari itu juga nama aku di 112. Aku sudah agak tenang, karena nama aku diurutan yang bisa dibilang 'cukup' aman. Hari kedua, nama aku masih di 112, tapi sudah bergeser. Dan akhirnya di sorenya nama aku diurutan terakhir, huhu :( agak deg-deg an takut kedepak lagi.
Hari ketiga, dan nama aku udah ga ada di 112. Aku lihat nama aku ada di SMA 1. Aku gatau SMA 1 -atau yang biasa orang bilang budut- itu dimana. Ga pernah sama sekali aku berfikiran aku bisa sekolah di budut.
Tetapi setelah melalui semua hal, mulai dari mos sampai saat sekarang ini -sudah menjelang mau un- aku tidak pernah menyesal masuk budut. Aku bahkan sangat bangga bisa bersekolah disini. Sekolah yang kental akan sejarahnya, sekolah yang bisa orang-orang bilang sekolah favorit -aku tidak berfikiran begitu karena dulu budut ada di posisi ketiga pilihan aku-, orang bilang sekolahnya artis, pejabat, sekolah beken deh pokoknya -_-' . Aku bangga sekali masuk budut banyak sekali kenangan bahagia, menyedihkan, mengharukan, dan bahkan kagum-mengagumi seseorang, disini......
Memang, budut bukan pilihan awal aku, tapi kalau memang sudah takdirnya aku masuk sini? Siapa yang bisa menyangka. Ketika aku sangat menginginkan masuk 78, tetapi allah berkehendak lain, dan memberikan aku posisi sekolah yang menurut aku lebih baik dari yang aku bayangkan. Aku tidak pernah menyesali ini, aku malah bersyukur bisa masuk di SMA yang -katanya- sma pertama di indonesia ini.
Memang, budut bukan pilihan awal aku, tapi kalau memang sudah takdirnya aku masuk sini? Siapa yang bisa menyangka. Ketika aku sangat menginginkan masuk 78, tetapi allah berkehendak lain, dan memberikan aku posisi sekolah yang menurut aku lebih baik dari yang aku bayangkan. Aku tidak pernah menyesali ini, aku malah bersyukur bisa masuk di SMA yang -katanya- sma pertama di indonesia ini.
Pokoknya, Budut, im sure i cant forget you :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar