Senin, 22 Agustus 2016

Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sejarah

Hmm, di postingan ini, aku mau kasih review tentang salah satu mata kuliah wajib jurusan Ilmu Sejarah UI di semester satu kemarin, yaitu Pengantar Ilmu Sejarah(PIS). Aku kasih review, bukan berarti aku menguasai banget matkul tersebut, tapi kaya berniat untuk mengingat kembali matkul tersebut biar gak lupa gara-gara matkulnya udah berlalu dan udah jarang aku baca-baca lagi. Intinya sih postingan ini sebagai bahan belajar juga buat diri aku sendiri.

Untuk matkul PIS, memakai beberapa buku referensi seperti : Pengantar Ilmu Sejarah (Kuntowijoyo), Refleksi tentang Sejarah (Ankersmith), Sejarah dan Sejarawan (Nugroho Notosusanto), Pengantar Sejarah sebagai Ilmu, dan An Introduction to Philoshopy of History.

Jadi di kuliah PIS itu kita dituntut kritis mengetahui Sejarah itu sebagai masa lampau yang berarti peristiwa itu bisa terjadi atau bahkan tidak terjadi. Mempelajari masa lalu itu sendiri mencari tau apakah peristiwa yang dikatan bersejarah itu benar-benar ada dan terjadi. Dalam mempelajari sejarah akan timbul pula sikap skeptisisme(keragu-raguan) yang memunculkan beberapa pertanyaan : Benarkah masa silam itu pernah ada? Bertrand Russell(1872-1970) mengatakan bahwa masa silam itu dibayangkan seolah-olah ada atau terjadi. 

Kelanjutan dari skeptisisme adalah Konstruktivisme (menciptakan sesuatu dari apa yang telah dipelajari).  Konstruksi masa silam terjadi berdasarkan bukti historis. Prinsip dari ilmu sejarah adalah mencari kebenaran dengan cara melakukan riset ataupun penelitian yang hasilnya nanti akan ditulis sehingga dinamakna menjadi historiografi.

Selain itu, kita juga mempelajari tentang pemikiran dan filsafat sejarah. Menurut guru besar Ilmu Sejarah UI, Prof Susanto Zuhdi, pemikiran sejarah merupakan bagian pokok yang bersifat berdasar dalam ilmu sejarah yang dapat dirumuskan tentang mengapa dan bagaimana sejarawan "berfikir" dan "memikirkan". Pemikiran sejarah mengkaji tentang filsafat sejarah, teori sejarah dan pengkajian sejarah. Filsafat sejarah sendiri mengkaji aspek-aspek historiografis.

Filsafat sejarah dibagi dua yaitu: 1) Filsafat sejarah Spekulatif yang memandang  arus sejarah faktual dalam keseluruhan untuk menemukan struktur dasar peristiwa tersebut. Struktur dasar tersebut menerangkan mengapa sejarah berlangsung demikian dan hanya dapat begitu. Dan 2) Filsafat Sejarah Kritis yang meneliti sarana-sarana untuk melukiskan masa silam yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dengan mempelajari filsafat sejarah, kita dapat mempertajam kepekaan kritis, menguji metodologi dan memperlihatkan tujuan penelitian kajian sejarah. Filsafat sejarah berkaitan dengan diskusi sehingga melatih pemikiran kita untuk lebih kritis pada pemikiran orang lain.

Lalu, di matkul PIS, kita juga akan belajar tentang hermeneutika. Kata Hermeneutika diambil dari bahasa Yunani yang berarti penerjemah atau menerjemah, menafsirkan. Sejarawan perlu untuk menafsirkan teks  dan menerangkan suatu perbuatan. Menafsirkan teks yang seolah-olah mengatasi masa silam serta bahan sejarah agar menentukan titik tolak dari mana kita dapat melihat kesatuan dan
kebertautan. Dalam menerangkan tentang perbuatan, kita menggunakan bahan sejarah agar dapat lebih dalam menyelami masa silam.

Diatas itu review dari catatan pribadi Viyaya untuk matkul PIS. Jadi mohon maaf kalau gak detail karena ini sifatnya hanya review kuliah selama satu semester dan maaf juga kalau ada yang berpendapat kepanjangan. Terimakasih buat mas Yudha (Dr. Yuda B. Tangkilisan, S.S., M.Hum.) yang udah menjadi dosen PIS. Dan sekali lagi mohon maaf apabila ada yang salah san khilaf, karena sekali lagi postingan ini sifatnya hanya review pemahaman viyaya tentang Matkul PIS kemarin. Viyaya sangat terbuka apabila ada masukan, terimakasih ^_^

Minggu, 21 Agustus 2016

Belajar Apa Saja di Tingkat Satu Jurusan Sejarah UI?

Hallo, saat ini aku mau sharing pengalaman aku pas ditingkat satu kemarin. Disemester pertama mata kuliah yang aku pelajari itu ada MPKT (Mata Kuliah Keperibadian Terintegerasi) A yang ada sebanyak 6 sks. MPKT A itu belajar tentang ilmu-ilmu humaniora seperti filsafat, kewarganegaraan, juga ilmu sosial. Lalu ada MPK Seni atau Olahraga yang terdiri dari satu sks. Jadi MPKT dan MPK itu matkul wajib universitas tapi MPK bisa milih seni atau olahraga, dan kemarin aku milihnya MPKS Teater. Setelah matkul wajib univ, ada matkul wajib yang udah dipaketin dan harus diambil maba tingkat satu Sejarah, yaitu Pengantar Ilmu Sejarah yang ada 3sks, Sejarah Indonesia yang juga 3sks, Geografi Sejarah 3sks, dan terakhir ada mata kuliah Bahasa Belanda dasar yang berbobot tiga sks juga.

Disemester dua ada MPKT B yang bobotnya 6sks juga -sama seperti MPKT A- yang isi kuliahnya adalah tentang ilmu-ilmu alam seperti geologi, statistik, geografi dan ilmu alam lainnya. Lalu ada MPK Agama yang bisa milih sesuai agama kita masing-masing. Juga ada MPK Bahasa Inggris. Ketiga matkul tersebut wajib diambil karena merupakan matkul wajib Univ di semester dua. Kalau matkul wajib jurusan Sejarahnya sendiri di semester dua ada Sejarah Kesehatan yang ada 3sks, lalu Sejarah Kesultanan berbobot 3 sks, dan juga Sejarah Dunia yang juga berbobt 3sks.

Untuk postingan saat ini, berupa info matkulnya aja yah? Di postingan selanjutnya baru akan aku jelasin apa saja yang dipelajari dari setiap matkul tersebut dan juga review pelajaran dari masing-masing matkul tersebut. Terimakasih sudah membaca di blog Viyaya ^_^

Hallo

Hai, akhirnya blogging lagi setelah posting terakhir aku, April kemarin. Hmmm, udah empat bulan lalu yah? Gak kerasa waktu cepet banget berjalan yah.... Saat ini aku mau sedikit cerita tentang kegiatanku selama liburan semester genap ini.

Liburan udah mau berakhir nih, gak kerasa hampir tiga bulan aku gak ngebahas tentang mata kuliah sama sekali dan sembilan hari lagi aku bakalan masuk kuliah, aaaaah. Aku ngerasa bodoh banget, demi deh, selama liburan kemarin aku gak ngebaca sama sekali tentang sejarah(jurusan aku). Pokoknya full holiday, makanya aku ngerasa kaya gimana gitu, nanti pas masuk. Hmmmm, emang aku ngapain sih kemarin? huhuhuhu, rasanya nyesel gak belajar, :(

Bulan pertama liburan aku gak pergi keluar kota, karena pas bulan puasa. selama bulan Juni atau bulan puasa itu aku di dalam kota dan berkunjung(Buka puasa) dari satu mall ke mall lainnya, maksudnya jarang buka puasa dirumah. Kalau dirumah, kegiatan puasa aku diisi dengan nonton drakor, beribadah, baca -itupun baca novel, bukan buku sejarah :(-. 

Pas lebaran baru akhirnya aku bisa keluar kota. Hari pertama memang masih diJakarta, full silaturahmi dirumah Amah -diJakarta-, baru hari keduanya ke Jogja, rumah saudara papa. Disana sekitar 3 hari dan langsung ke Cilacap, tempat adiknya Ibu -tanteku-. Lalu ke purwokerto, dan dua hari kemudian pulang ke Jakarta. Karena kena arus balik, macet parah, maka aku dan para sepupu dan para tante hanya istirahat di Jakarta, sorenya baru kita ngemall. Besoknya kita pergi Karawang, disana menginap, lalu kembali ke Jakarta. Setelah itu ke Tangerang. Lalu aku ikut sepupu dan tante ke Cilacap. Namun, saat dijalan, kami kaget, ternyata Amah harus dioperasi keesokan harinya di suatu rumah sakit di Jakarta. Sontak, kami semua kaget, mengapa pemberitahuannya mendadak? Mengapa tidak saat minggu pertama habis lebaran? Sampai di Cilacap, hatiku agak gimana gitu, gak bisa nemenin operasi Payudara Amah yang kedua :(

Besoknya aku dan tante berusaha cari tiket kereta untuk ke Jakarta kembali, karena omku tidak bisa antar kembali ke Jakarta. Sayangnya, kita gak dapet tiket, dan akhirnya keesokan paginya kami naik bis menuju Jakarta. Walau sangat lelah karena baru sampai dua hari kemarin, dan saat itu pula harus pulang dengan terpaksa naik bis -walau kelas bisnis- ttapi prioritas utama aku adalah bisa segera sampai ke Jakart untuk ketemu Amah.

Intinya, aku gak tega banget untuk melihat kondisi Amah saat salah satu payudaranya harus diangkat. Sedih sekali aku, aku belum bisa berbuat apa-apa buat Amah, apalagi aku juga orangnya gak telaten buat ngurus orang sakit :(. Aku cuman bisa temenin amah ngobrol, support Amah juga. Aku yakin Amah itu nenek yang kuat, aku sayang sama Amah.

Setelah empat hari pasca operasi, aku ada urusan di kampus jadi harus ke Depok.  Aku pulang agak sore sekalian bertemu dengan salah satu temanku. Pas nyampe rumah, aku kaget, dan dapet kabar, Apah jatuh, dan gak bisa bergerak sama sekali. Ya ampun aku shock banget. Apah bener-bener gak bisa bergerak, mau dibawa ke ugd tapi Apah maunya pake tradisional aja dengan di urut. Ternyata diurut gak ada perubahan, Apah tidak bisa bergerak sama sekali. Akhirnya om manggil dokter kerumah, dan ternyata harus di MRI karena takutnya ada tulangnya yang patah. Astagfirulllah, aku takut banget, kasihan, sedih. Amah baru aja keluar dari rumah sakit, dan Apah malah kena musibah juga.

Akhirnya besoknya Apah dibawa ke UGD, itupun harus pakai Ambulance, karena Apah bener-bener gak bisa bergerak sama sekali. Almost falling a tears, alat yang dipakai untuk darah kotor pasca operasi Amah belum juga dilepas, dan Apah harus masuk UGD :( Hari itu aku, ibu, om dan tante ke rumah sakit yang sama, ke poli bedah untuk kontrol Amah, dan nganterin Apah juga untuk MRI. hasilnya, Apah harus di terapi dan pastinya harus dirawat. Dalam hatiku, baru seminggu lalu Amah dioperasi dan dirawat, sekarang malah Apah :(

Setelah itu, dua minggu kemudian baru aku bisa keluar kota pasca nemenin -walau gak ngurusin Amah sama Apah :(-. Aku ke Bandung buat nemuin temen SMP aku dulu yang di Papua. Disana aku hanya dua hari, karena dua hari kemudian aku udah harus ke Surabaya. Walau ternyata pas pulang aku ketinggalan kereta, huhuhu, bener-bener jadi pengalaman banget. Syukurnya dua jam kemudian ada kereta untuk ke Jakarta, dan tiket sebelumnya hangus.

Dua hari kemudian aku langsung terbang ke Surabaya untuk KKM bersama mahasiswa sejurusan(Sejarah)ku lainnya. Sampai disana kita langsung ke Madura dan seharian full itu kita keliling Madura untuk penelitian dengan tema KKM "Sejarah Maritim dan Perkotaan". Kita sampai di salah satu hotel di Surabaya sekitar jam 11. Tadinya mau langsung tidur, tapi teman sekamarku punya ide untuk fangirling -nyolokin flashdisk ke tv dan kita karokean-. Dan akhirnya kami baru bisa tidur sekitar pukul 3. Jam 1/2 7 nya kami udah sarapan dan harus segera ke bis pariwisatanya untuk menuju ke Trowulan, Majapahit. Setelah makan siang, kami menuju ke pelabuhan Tanjung Perak lalu lanjut ke House of Sampoerna, makan malam dan menuju hotel. Nyampe hotel jam7an, jadi punya banyak waktu. Abis mandi, biasa dikamarku ramai dengan musik Korea. Temanku yang lain ngajakin ke tugu Pahlawan. Jadi kita kesana, dan pulangnya makan martabak yang ditraktir salah satu temanku.

Besoknya kita ke Unair, dan beli oleh-oleh. Malamnya kita pulang naik kereta. Kita nyampe gambir sekitar jam 4, dan aku nyampe rumah jam setengah 6. Istirahat bentar, sarapan dan mandi trus harus ke kampus Depok untuk beberapa urusan. Abis itu nyampe rumah jam 2 dan tidur..........

Dua hari kemudian temen-temenku yang dari Bandung kemarin -sahabat dari Papua, yang sekarang kulliah dan tinggal di Makassar, kemarin ke Bandung liburan dan meet up- main keJakarta dan nginep di rumah selama 4hari. Selama itu pula kita full ngemall. Kangen banget sama merekaaa......... 

Dan sekarang, minggu-minggu terakhir liburan, aku ngerasa kosong banget gak baca sejarah sama sekali. Rencananya mau ngereview mata kuliah kemarin. Hmmmmm, kayanya postingan setelah ini, bakalan tentang review kuliah kemarin deh.........

Sabtu, 30 April 2016

Love? 사랑? あい? Cinta?

Percayakah kau akan cinta sejati? Hmmmm, aku kurang mempercayai itu. Mengapa? Karena dikehidupan nyataku, aku hidup diantara pasangan yang bercerai. Hal tersebut membuatku kurang percaya akan cinta. Saat SMA memang aku pernah menyukai seorang siswa, sebut saja abc. Ia tidak mengenalku, begitu pula aku juga tidak dekat dengannya. Setelah lulus, aku memutuskan untuk berani chat dia dan memberi semangat karena dia gagal di snm, sbm, dan tes mandiri sekalipun. Namun apa yang aku terima? Dia menjawab pesan semangatku dengan nada *ketikan* yang menyakitkan dan sedikit angkuh.

Iya, aku memang sensitiv, dan gampang tersinggung. Aku marah dan sedih atas jawabannya. Setelah itu, aku tidak akan memberi perhatian yang mudah dengan lawan jenis, ataupun jatuh cinta. Itu bukan cinta, itu hanyalah perasaan yang wajar menurutku dimasa remajaku. Itu berarti aku normal kan? Namun, aku mengambil hikmah, bahwa aku belum pantas untuk menerima cinta dari lawan jenis.

Menjadi secret admirer sekaligus hidup dilingkungan yang banyak perceraian membuat aku kurang percaya akan real love. Namun ada satu pasangan yang aku kagumi dan aku jadikan rolemodel. Aku ingin sepertinya, yang bisa menjadi benar-benar belahan jiwa selama lebih dari 50tahun bahkan hampir 60 tahun bersama sampai saat ini. Mereka adalah Apah dan Amah ku.







Walaupun sudah hidup lebih dari setengah abad bersama, aku melihat tidak ada rasa jenuh diantara mereka, bahkan mereka saling membutuhkan satu sama lain sampai saat ini. Saat keluarga besar kami akan ke Bojonegero bersama, Apah menghilang di hari keberangkatan. Kami pusing dibuatnya, Amah memang agak marah karena anak-anaknya pada sibuk memasak untuk bekal dikereta, sedangkan cucu-cucunya juga sibuk sendiri dengan barang-barangnya, bahkan mbude(yang bantu ibu ngurus rumah) pun ikut kecipratan marah Amah karena bisa lengah, sampai Apah bisa hilang.
.-yg duduk sebelah kiri itu adiknya apah di Bojonegoro, ditengah apah, dikanan ada amah yang memangku salah satu cucunya(sepupuku)

Kasus kedua, saat Amah pergi ke Bogor. Saat itu, salah satu tanteku, menantu Amah, baru hamil kedua. Tanteku tidak dibantu mba, dan anak pertamanya masih 7tahun, sehingga kerepotan, apalagi awal hamil itu berat sekali. Amah pergi kerumahnya di Bogor dan mengurus tante. Setelah 5hari disana, ibu juga berangkat ke Bogor untuk menemani Amah dan Tante. Karena ibu dan adikku di Bogor, aku menginap di rumah Amah bersama seorang sepupuku, om dan Apah. Walaupun jarak rumahku dan rumah Amah kurang dari 1km, tapi aku jarang menginap disana.

Sampai di rumah Amah, aku melihat mata Apah merah dan sembab. Aku tanya ke sepupuku, ada apa dengan Apah? "Tidak tau, mungkin sedih lama ditinggal Amah ke Bogor, Apah juga gak mau makan saat tidak ada Amah." begitu jawaban dari sepupuku. Dalam hatiku, setua apapun Apahku dan Amahku, ternyata mereka berdua itu saling membutuhkan, bahkan saat ditinggal seminggu pun, Apah merasa kehilangan sekali. Oww, so sweet, the real love...... Cinta sejati......

Kasus ketiga. Amah memang sudah merasa ada yang salah dipayudaranya, dan sudah bilang minta diobati kepada anak dan cucunya, termasuk kepadaku juga ke Apah. Trus Amah curhat, katanya gak ada yang peduli untuk nganter Amah ke rs. Sebenarnya, kami sangat peduli dengan Amah, tapi para anak dan cucu Amah yang di Jakarta mungkin sangat sibuk jadi tidak sempat mengantar Amah ke Rs.

Saat tanteku yang tinggal di Cilacap pulang ke Jakarta, Amah mengutarakan kesakitannya ke Tante. Tante berniat membawa Amah ke rs, tapi di rs di Cilacap karena tante gak bisa lama-lama di jakarta. Tante bersedia mengurus Amah untuk operasi namun operasinya diCilacap, karena tante juga harus pulang ke Cilacap mengurus suami dan anak-anaknya.

Sehari sebelum tante pulang ke Cilacap, Amah bersedia dibawa ke Cilacap. Namun, tante hanya berdua bersama Amah, Apah tidak ikut. Walaupun Apah setuju jika Amah pergi, tentu terlihat tatapan sedih diwajah Apah. Esoknya, saat di Cilacap, tante mengabari kami, bahwa Amah harus segera dioperasi. Tentu saja Apah takut, Apah harus ke Jawa untuk menemani Amah operasi. Namun sayangnya kami di Jakarta tidak ada yang bisa mengantar Apah ke Jawa karena sibuk kerja dan kuliah(weekday).

Aku berniat mengantar Apah dan bolos dua hari kuliah, tapi ternyata di hari kamisnya aku presentasi dan dihari jumat juga ada acara dikampus. Amah bilang tidak papa jika Apah ke Cilacapnya hari sabtu, namun Apah tentu saja ingin segera menyusuli Amah. Dan akhirnya omku bersedia mengantar Apah dihari rabunya setelah dibujuk keluarga besar. Akhirnya di hari kamis 28 April kemarin Amah berhasil di operasi.

Walaupun aku tidak berada disamping Apah dan Amah saat ini, aku merasa betapa besarnya chemistry antara Apah dan Amah pasca operasi tersebut melalui photo-photo yang dikirimkan oleh Tante. Terlihat sekali Apah sangat menyayangi Amah, begitupun Amah. Pasangan ini lah yang menurutku cinta sejati.......



Saat ini aku memang kurang mempercayai cinta, tapi aku percaya cinta sejati itu memang akan datang tapi nanti disaat yang tepat....

Sabtu, 30 Januari 2016

What is love?

Love is a nightmare
Love is so cowardly
Loving you but hate you
Wanna end it, but dont wanna end it
So happy, but im hurting so much

Selasa, 05 Januari 2016

Ingatan Tentang SMA

 Hari ini, hari pertama bener-bener free gak ada kerjaan dirumah. Jadi aku memutuskan buat blogging. Selama mingggu pertama sampai minggu kedua libur semester ini diisi dengan quality time bersama keluarga besar ibuku. Dan mulai senin kemarin tanggal empat Januari semua anggota keluarga besar lainnya telah kembali ke rumah dan aktivitas mereka masing-masing. Sedangkan aku masih libur dan seperti gabut gitu di rumah ditemani si mba. Ibu ngajar, Lilla sudah mulai sekolah dan sibuk les, Lieke juga masih UAS jadi tetep berangkat ke UNJ, jadilah aku gabut di rumah.

Kemarin senin, aku  ke SMA aku, SMA 1 Budi Utomo Jakarta karena ada rapat dengan angkatan aku lainnya yang diterima di UI. Kita mau ngadain Project “UI Goes to Budut”. Memasuki Budut, teringat kenangan selama tiga tahun kemarin yang aku habiskan dari waktu usia ABGku sampai ke tahap remajaku disini. Banyak sekali kenangan yang terngiang di ingatanku kemarin.  Aku memang bukan anak yang memiliki banyak teman atau suka bergaul dengan siapapun, tapi aku lebih suka untuk sendiri kemanapun. Bukannya aku tidak memiliki teman, tetapi aku hanya memiliki beberapa teman dekat yang aku rasa nyaman bukan hanya sekedar teman- teman gaul yang kebanyakan menghabiskan waktu mereka untuk nongkrong bersama. Aku bukannya gak suka nongkrong, tetapi aku lebih suka jalan sendiri atau pergi bersama beberapa teman yang hanya aku kenal secara intensif.

Ingatanku saat masa SMA  adalah saat dimana aku belajar sendiri, ngewifi di perpus saat jam kosong bersama beberapa teman dekat, duduk-duduk di koridor Budut sambil nge wifi, tiduran depan kelas pas dibawah ac, membaca novel sambil nyender ke papan tulis tepat dibawah ac dan juga ingatanku yang sering meng-candid tingkah temanku yang lucu dan lainnya. Kenangan lainnya adalah beruntungnya memasuki SMA yang lumayan favorit. Satu-satunya SMA yang tiap tahun maulidnya mengundang ustad Maulana, sering ada acara yang melibatkan alumni yang menjadi orang besar seperti Chairul Tanjung, Cici Tegal, Edies Adelia bahkan saat doa bersama pas aku mau UN kemarin mengundang grup Debu. Pernah juga ikut upacara penurunan bendera merah putih pas kelas 10 tanggal 17 agustus sore mewakili dari Budut. Intinya aku merasa beruntung bisa masuk di SMA bersejarah ini.



Kangen banget masa SMA. Kangen keseharian aktivitasku dulu yang sering dilakukan dan sekarang udah jarang bahkan sudah tidak aku lakukan lagi. Sehari-hari bangun jam lima pagi, mandi, sarapan sambil bersiap-siap sekolah lalu berangkat mendekati pukul setengah tujuh. Pernah beberapa kali telat dan dihukum nyabutin rumput di lapangan voli, eh pas disuruh berhenti malah akunya ketagihan main-mainin tanah. Selama hampir sepuluh jam sehari aku habiskan disekolah. Saat jam kosong atau saat tidak ada guru, aku mencari-cari kesempatan untuk nge-wifi.  Aku orang yang jarang sekali ngobrol sama orang. Jadi disaat jam kosong temanku main dan mengobrol aku biasanya berkutat dengan : 1) HP, 2) Earphone, 3) (kadang) buku, ataupun 4) Novel. Kalau di hari jumat kan biasanya istirahatnya lumayan lama, nah aku biasanya keluar budut buat nyari makan siang di sekitar jalan dr. wahidin biasanya sih aku ditemani seorang teman baikku. Jam setengah empat aku pulang jalan kaki sendiri ke halte busway, kadang bertemu teman yang searah pulangnya dan bersama di busway.
 Jam empat sampai dirumah, istirahat, ngadem di bawah ac kamar, sebentar menyalakan tv atau check sosmed lalu biasanya tertidur sampai maghrib. Jujur aku orang yang moody-an kalau belajar. Biasanya kalau ngerapiin buku untuk pelajaran besoknya, aku membaca sebentar (ngereview sebentar) pelajaran tadi trus check hp lagi dan pada akhirnya bukunya dicuekin. Abis maghrib sampai jam setengah sebelas biasanya aku nonton drama korea di TV kamar. Kurang lebih empat jam tersebut aku mengahabiskan tiga drama berbeda dengan  masing-masing satu episode. Aku bukan menontonnya dari dvd tetapi aku memang sengaja berlangganan televisi berbayar yang terdapat beberapa channel tv korea. Jam 11 biasanya aku tertidur kembali dan bangun di esoknya pada pukul lima atau setengah enam.

suasana kelas yang tercandid kamera hp Viyaya


Kalau sedang UB (Ujian Blok) yang biasanya disekolah hanya mengahbiskan waktu  dua sampai tiga jam untuk ujian dua sampai tiga mata pelajaran. Di budut tidak ada uts ataupun uas apalagi ulangan harian. Jadi nilainya dari UB yang rutin dilaksanakan tiga kali setiap semester atau sekitar dua bulan sekali itu UB. Semester satu sampai semeseter tiga aku dapat bagian UB siang bergantian dengan kelas 11 dan kelas 12. Biasanya masuk jam 10 atau jam 11. Sebelum memulai UB biasanya aku belajar dahulu di perpus. Saat semester empat dan semester lima aku dapat giliran UB pagi dan pulang jam 9 atau paling lama pulang pukul setengah 11. Dulu saat belum ada city tour, sehabis UB biasanya aku iseng jalan-jalan sendiri naik busway dan sampai di rumah jam 12-an. Di kelas 12 sudah ada City Tour, jadi saat selesai UB biasanya aku sendirian keliling naik City Tour. Enakan City Tour dong, gratis udah gitu ac nya adem sekali. Sampai di rumah biasanya tidur siang, makan, dan sorenya membaca-baca materi untuk UB esoknya. Sesekali membuka grup wa, bbm atau line karena biasanya sekelas pada belajar bareng di grup untuk menyebar info-info materi. Aku belajar diselingi menonton drama korea dan sering check-check HP juga. Jadi dulu itu aku duduk di pangkuanku ada kertas-kertas materi UB, ditangan ada HP, mata fokus ke HP tapi telinga mendengar percakapan di drakor dengan sok ngertinya aku mencerna, wkwk pokoknya dulu cukup santai lah.

naik city tour sendiri....


Karena keseharian aktivitas sekolahku yang begitu santai, aku cukup sulit untuk berdiskusi, lebih suka menyendiri, rajin mengerjakan tugas tapi jarang mendapat nilai mendekati Sembilan bahkan lebih sering remedial.  Aku bersyukur, ibuku tidak terlalu memusingkan nilaiku apalagi saat kelas sepuluh menuntut aku agar masuk ipa di kelas 11. Ibu hanya menyuruh belajar dan lakukan yang aku suka asal tidak menyimpang dan tetap prioritaskan sekolah, hasilnya nanti tidak masalah, toh viyaya telah berusaha, begitu katanya. Padahal dulu aku sering sekali menangis apabila banyak nilaiku yang dibawah kkm. Ibu tidak menuntut banyak, tetapi aku malah yang stress sendiri kalau melihat hasil ledger nilai UB yang remednya lumayan banyak. Ibuku bukannya marah malah sebaliknya menghiburku.

Dulu aku sering bingung, aku rasa aku udah belajar maksimal, dan kalau dilihat dari teman-temanku lainnya aku yang paling rajin, tetapi mengapa nilaiku lebih jelek? Aku baru mengerti sekarang, ternyata aku masih terlalu santai dan terlalu menikmati  masa fangirling itu –dan mungkin sampai saat ini- jadi aku rasa saat itu memang belum maksimal sehingga hasil UBku juga banyak yang pas-pasan KKM. Saat kelas sepuluh memang aku agak aktif di ekskul teater. Saat diklat biasanya aku izin pulang sebelum maghrib. Apabila ada latihan untuk tampil, aku juga izin pulang duluan atau sesekali sampai jam Sembilan. Pernah juga menginap di Budut saat pelantikan ekskul juniorku (saat itu aku kelas 12). Saat itu budut ramai karena ketujuh belas ekskul mengadakan pelantikan yang sama di sekolah. Seru banget saat itu.



Oh iya, masa kelas satu SMA itu masa dimana menggebu-gebunya aku untuk nonton konser korea. Di September 2012 aku nonton SMTOWN, maret 2013 aku nonton Mubank dan april 2013 nonton Eru plus Ailee. Setelah naik ke kelas 11 dan 12 aku tidak lagi menonton konser karena ibu tahu tiket yang aku beli biasanya yang jutaan dan itu aku tidak pernah menabung, tetapi meminta dengan ayahku. Saat konser SS6 aku minta tiga juta dengan ayah untuk nonton konser. Seperti biasa dikasih tapi ibu melarangku menggunakannya untuk nonton konser. Huft, jadi semenjak itu aku jarang nonton konser live lagi. biasanya aku nonton konser sendiri. Iya aku lebih suka sendiri sih, pulang jam 11-an dan minta jemput om. Masuk di kelas 12, kesibukanku bertambah karena ditambah dengan intensif dan bimbel. Dikelas 12 aku baru sampai dirumah jam delapan dan ngeriview pelajaran sebentar dan tidak sadar bahkan sampai tertidur.

Kalau lagi bosan dirumah, biasanya juga aku nge-mall sendiri, belanja sendiri, ke gramed nyari buku sendiri bahkan nonton bioskop sendiri. Biasanya sih kalau nonton aku tinggal booking di hp, bayar pakai kartu kredit ibu dan langsung cus blitz cetak tiket dan nonton. Aku tidak suka antre. Hmm, memang dulu itu enak sekali masih santai sekali, mau apa tinggal beli gak suka apa tinggal buang atau tinggalin, bosen tinggal nge-mall sendiri.



Intinya masa SMA adalah masa yang paling berkesan. Masa dimana aku masih santai dan tidak memikirkan apa-apa selain masuk sekolah, diri sendiri, hobby, fangirling dan intinya masa nyamannya sendirian. Saat ini, aku kangen masa-masa itu. Saat ini, aku memang terlihat agak santai tetapi terdapat beban dipikiranku, misal berfikir nanti ingin menjadi apa? Bisa apa aku kalau sekarang masih manja? Apakah aku bisa berhenti hedon? Apakah bisa aku membahagiakan orang tuaku? Entah. Intinya kangen masa SMA yang santai itu …………….. Kangen bersantai tanpa memikirkan apa-apa tentang tanggung jawab……………….